"Pelatihan ini adalah salah satu cara dari Basarnas untuk melatih kesiapsiagaan warga kecamatan Dukun dalam menghadapi bencana erupsi gunung Merapi maupun lahar dingin yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Mereka kami bekali kemampuan MFR, karena merekalah yang pertama kali harus siap menghadapi erupsi, sehingga mereka tau apa yang harus dilakukan bila ada warga yang mengalami cedera," kata Aris, Rabu (6/2/2019).
Aris juga berharap latihan pemetaan wilayah yang dilakukan oleh para peserta mampu diterapkan dalam menghadapi bencana erupsi. Peserta dituntut untuk bisa membaca kemampuan wilayahnya, sumber daya yang dimiliki seperti jumlah sarana transportasi untuk evakuasi serta menentukan jalur evakuasi.
"Ke depannya kami harapkan para peserta ini memiliki peran aktif dalam proses edukasi, serta melakukan operasi evakuasi secara mandiri berbasis masyarakat, karena merekalah yang memahami karakteristik wilayahnya masing-masing," ujar Aris.
(Angkasa Yudhistira)