BANDAR LAMPUNG - Pemerintah daerah harus memastikan terjadinya pemerataan distribusi ekonomi dalam pembangunan dan kesejahteraan rakyat di daerah.
“Pemerintah daerah harus jeli, membangun suatu industri bukan hanya melihat makronya berkembang, distribusinya juga harus baik. Pastikan rakyat daerah memperoleh manfaatnya,” tutur Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo, seusai Konsolidasi dan Pemberian Pembekalan Caleg DPR RI Dapil I dan II, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota se-Lampung, Rabu (6/2/2019).
Pada kesempatan itu, Hary Tanoe mengungkapkan perlunya penataan sektor perikanan dan perkebunan di Lampung.
Menurutnya, pembangunan bukan semata-mata soal penataan wilayah saja, namun juga memastikan terjadinya pemerataan. Jadi bukan hanya pendatang yang membuka usaha saja yang menikmati hasilnya, tetapi juga harus berdampak positif bagi masyarakat setempat.
Safari ke Lampung tersebut merupakan bagian dari rangkaian pembekalan langsung oleh Hary Tanoesoedibjo ke-80 dapil di seluruh Indonesia. Setelah seluruh daerah pemilihan di Pulau Jawa, Hary Tanoe melanjutkan safari politiknya di Pulau Sumatera. Dia mengawalinya dari Kota Bandar Lampung, Lampung.
Baca: Kawal Perolehan Suara di Pileg, Partai Perindo Grobogan Siapkan 4.629 Saksi
Baca: Lawan Politik Uang, Caleg Perindo Edukasikan Apotek Hidup
Kedatangan Hary Tanoe di tiap dapil untuk memberikan semangat dan motivasi kepada seluruh kader dalam menghadapi Pemilu 2019 dan senantiasa mendapat sambutan hangat, termasuk dari masyarakat setempat.
Dengan terjun langsung memberikan pembekalan kepada para Caleg, Hary Tanoe ingin memastikan partai dan caleg memahami tugas masing-masing, dan bisa bersinergi agar Partai Perindo meraih suara sebanyak-banyaknya dalam Pesta Demokrasi 2019.
“Partai dan caleg punya kontribusi, keduanya harus bekerja sama, saling mengisi agar suara yang diperoleh maksimal,” kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia dan Ketua Umum Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung Derajat itu.
Dia meminta kepada seluruh caleg yang akan bertarung di Pemilu 2019 untuk terus turun melakukan aksi nyata di tengah masyarakat. Pasalnya, dikenal saja dinilai belum cukup, tetapi harus disukai dan akhirnya dipilih oleh rakyat untuk mewakili mereka di parlemen.
“Saya imbau kepada semua caleg untuk turun ke basis konstituennya, karena mereka menjadi Caleg untuk kepentingan rakyat, bukan diri sendiri,” tegas pria yang telah memberikan kuliah umum pada lebih dari 200 perguruan tinggi se-Indonesia itu.
(Rachmat Fahzry)