"Sempat dilarang Bawaslu. Tapi karena sekarang sedang masa kampanye jadi kita aktifkan lagi, tapi dengan cara bazarnya tidak boleh gratis jadi beras yang kita jual ini dua setengah kilo kita kasih harga Rp10 ribu," ucapnya.
Program utama Kartini Perindo ini, lanjut I Gede dilakukan agar Partai Perindo dapat menyentuh masyarakat. "Sesuai arahan pak Hary Tanoesoedibjo, kegiatan ini diaktifkan kembali agar masyarakat dapat dekat dengan Partai Perindo," tuturnya.
(Fiddy Anggriawan )