BACA JUGA: Korsel Umumkan Peringatan Pertama "Hari Wanita Penghibur"
Mantan Presiden Korea Selatan, Lee Myung-bak membuat marah Jepang pada 2012 ketika ia menuntut permintaan maaf penuh sebagai syarat akan kunjungan kekaisaran. Perselisihan muncul kembali setelah Presiden Moon Jae-in terpilih pada 2017 dan melakukan perubahan untuk membatalkan perjanjian wanita penghibur yang sebelumnya telah dicapai pendahulunya dengan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe.
Setelah kematian seorang mantan wanita penghibur yang kemudian menjadi aktivis, Kim Bok-dong bulan lalu, Moon bersumpah untuk melakukan segala daya untuk “meluruskan sejarah” bagi 23 korban “wanita penghibur” yang selamat.
(Rahman Asmardika)