“Saya ingin pesantren-pesatren itu yang sudah kelas 3, bisa kita berikan pendidikan ini dan mereka tidak perlu pergi ke kelas. Kalau dia sudah tamat satu tahun sudah bisa menguasai management BUMR. Dan itu ada di universitas saya, di seluruh dunia tidak ada, mulai ditiru di Malaysia,” kata dia.
Komisaris Utama PT Pertamina ini menambahkan, santri-santri sudah memiliki modal utama karena memiliki integritas dari segi keilmuan, sehingga itu dianggap sebagai modal utama untuk bisa mengembangkan BUMR di pesantren-pesantren.
“Santri itu sudah ada modal yang utama, yaitu mereka punya integritas, yang kita butuhkan ilmunya. Ilmunya saya berikan, integritasnya dari pesantren jadi kita bayangkan kita membangun kekuatan dari integritas ke keilmuan,” ujar Tanri Abeng.
“Jadi satu ini menjadi aset bangsa, jadi ya kita sudah punya dan itulah yang saya harapkan, karena BUMR ini dari daerah-daerah mungkin mereka di pesantren, kita sudah punya pola pembelajarannya,” kata dia.
(Angkasa Yudhistira)