“Kata dokter, kalau Sagan pipis sebagian urinenya keluar, tetapi sebagian kembali lagi ke ginjal. Makanya sekarang juga dipasangi kateter,” kata Anke yang terlihat tabah.
Atas penderitaan anaknya itu, istri Susanto (47) itu harus bolak-balik Boyolali-Klaten untuk memeriksakan kondisi kesehatan Sagan.
“Saya dan suami bolak-balik Klaten-Boyolali intuk memeriksakan Sagan. Kalau saya pas ke Klaten, kakaknya saya titipkan di rumah pakdenya," sambungnya.
Kontrol
Saat ini mereka fokus pada penanganan medis Sagan khususnya untuk penyembuhan anus buatan. Sedangkan masalah kebocoran jantung dan gangguan ginjal dilakukan berikutnya. “Kontrol ginjal nanti bulan Maret di RS Sardjito Jogja dan kontrol jantung April juga di Jogja,” tutur Anke.
Sekitar lima bulan mengurus Sagan, keluarga ini tidak memiliki pemasukan keuangan karena mereka harus menutup warung untuk sementara waktu. Biaya untuk operasional banyak dibantu keluarganya, sedangkan biaya medis sebagian ditanggung BPJS.