Adi menjelaskan, ketulusan Jokowi untuk mengklarifikasi pernyataannya penting untuk menunjukkan sikap kenegerawanan seorang pemimpin. Sebab, pemimpin kata dia tidak boleh apriori, menang sendiri, dan merasa salah.
Selanjutnya, Adi meminta masyarakat, terutama pendukung Prabowo-Sandiaga untuk memaklumi kesalahan data yang disampaikan Jokowi dalam debat. Sebagai manusia, Jokowi wajar menyampaikan data yang sedikit keliru.
Terlebih, ia berkata panjangnya durasi debat capres membuat Jokowi tidak utuh menyampaikan data yang dikuasainya.
“Karena banyak hal yang harus diingat, ada empat isu krusial yang semua itu sangat membutuhkan backup data. Jadi wajar kalau kepleset atau ada penyebutan data yang agak keliru. Yang penting kan ada upaya untuk menjelaskan kepada publik bahwa data itu sudah ditampilkan, meski kemudian dikoreksi. Artinya data itu adalah satu instrumen untuk mengukur apakah kandidat ini punya sesuatu yang bisa dipertanggungjawabkan atau tidak,” ujarnya.
(Baca Juga: Hanya di Era Jokowi, Karhutla Berhasil Ditangani dengan Baik)
Data yang disampaikan Jokowi, kata Adi, lebih baik ketimbang Prabowo yang menarasikan hal besar yang tidak bisa diukur.