Caleg nomor urut 1 itu juga merasa prihatin dengan kondisi sektor UMKM di Indonesia yang cenderung stagnan. Menurut, perkembangan UMKM terkendala sejumlah hal, diantaranya marketing dan akses permodalan.
"Jadi kami dalam pelatihan yang sudah dilakukan, juga melakukan pembinaan dalam hal memasarkan produk, menentukan harga jual supaya bisa kompetitif dengan pemain yang lain. Kami juga mengajarkan cara menggunakan sosial media untuk berjualan. Ini karena sebagian besar masyarakat sudah menggunakan gadget dan paham penggunaan sosial media," paparnya.
"Terkait dengan akses permodalan, tentunya itu juga menjadi komitmen kami bersama Partai Perindo. Maka dari itu sejak tahun 2015 ada program pemberian gerobak gratis. Lalu kami juga membangun unit koperasi, yang mana itu juga bisa membantu akses permodalan dari binaan-binaan Partai Perindo," tutupnya.
Sementara caleg DPRD provinsi Jawa Barat Dapil VIII (Kota Bekasi-Depok), Dudung Prilaksono menambahkan, kepedulian Perindo terhadap pemberdayaan masyarakat, salah satunya diwujudkan melalui program pelatihan cooking class. Hal ini akan terus diupayakan para caleg Perindo jika kelak dipercaya masyarakat untuk menjadi wakil mereka di dewan.
"Khususnya dalam kondisi saat ini, bahwa daya beli masyarakat menurun, sehingga kita perlu melakukan edukasi khususnya kepada ibu-ibu. Ini dalam rangka memberikan pendidikan wirausaha agar mereka mampu produktif dan mandiri," katanya.