GAVLE – Iklan ucapan selamat datang sebuah kota kecil di Swedia yang menampilkan seorang wanita berhijab telah mendapat reaksi keras dari publik dan politisi negara Skandinavia tersebut. Gelombang reaksi tersebut semakin besar setelah sebuah penyelidikan mengungkap hubungan antara wanita dalam iklan tersebut dengan seorang imam yang dianggap mendukung kelompok militan ISIS.
Media lokal Swedia Nyheter Idag melaporkan bahwa Kota Gavle telah memasang foto seorang wanita Muslim yang mengenakan hijab di iklan selamat datang digitalnya. Namun, iklan yang dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa Gavle merupakan sebuah kota penuh keberagaman itu justru mendapat reaksi negatif dari beberapa pihak.
Manajer Komunikasi Gavle, Johan Adolfsson menjelaskan bahwa wanita dalam iklan itu adalah "salah satu dari banyak wanita Muslim Gävle" dan menekankan bahwa penempatannya di iklan tersebut adalah untuk menegaskan keberagaman dari kota kecil dengan 120 bahasa itu.
Namun, dorongan terkait keragaman ini justru memunculkan reaksi dari para politisi dan warga Swedia, termasuk warga imigran yang sebenarnya diwakilkan oleh iklan tersebut.
Roger Hedlund, salah seorang anggota parlemen Swedia mengkritik iklan tersebut karena dianggap menampilkan hijab yang menurutnya melambangkan opresi bagi kaum wanita. Sementara seorang anggota parlemen lainnya, Ghazal Saberian juga mengecam karena melihat iklan tersebut sebagai bentuk obsesi terhadap politik Islam.
Vad fan sysslar ni med i @gavlestad - er ”affisch-flicka” har kopplingar till radikal moske
Sover ni @P4Gavleborg @svtgavleborg?#svpol #migpol #Gävle #islsmisering pic.twitter.com/1oqFiKbbKV— Micke K (@MickeK69) February 23, 2019
“Orang harus berpikir apa ini sebuah sinyal. Beberapa memang menggunakan pakaian ini, jilbab, secara sukarela. Tapi tidak semua orang. Ini pakaian yang bagi jutaan wanita di seluruh dunia mewakili kurangnya kebebasan," kata Hedlund sebagaimana dilansir Sputnik, Senin (25/2/2019).