Kota di Swedia Dikecam Setelah Tampilkan Gadis Berjilbab dalam Iklannya

Rahman Asmardika, Jurnalis
Senin 25 Februari 2019 15:31 WIB
Foto: Mikael Svensson.
Share :

Adolfsson menepis semua respons negatif itu dengan mengatakan bahwa wanita dalam iklan tersebut memilih secara sukarela untuk mengenakan jilbabnya sebagai bagian dari identifikasi dirinya. Dia juga menekankan bahwa dia dipilih sebagai "duta besar Gavle".

Namun, media lokal Swedia Samhällsnytt melaporkan bahwa Suzan Hindi yang menjadi "gadis iklan baru" Gävle, ternyata memiliki koneksi dengan masjid Gävle (juga dikenal sebagai masjid al-Rashideen) yang sebelumnya dilaporkan sebagai basis Islam radikal. Menurut Samhällsnytt, pemimpin spiritual Suzan, imam Abu Raad, pernah memuji kelompok Daesh, yang merupakan nama lain dari ISIS, dan bahkan mencoba mengumpulkan uang untuk para teroris.

Menyusul laporan tersebut, banyak warga Swedia kemudian menyampaikan protes di media sosial dan menuntut Gavle untuk meminta maaf serta menarik iklannya.

Gavle adalah kota terbesar di Kabupaten Gavleborg di utara Stockholm dengan penduduk serjumlah sekira 75.000 jiwa.

Swedia saat ini tidak memiliki larangan komprehensif tentang pakaian Islami, seperti jilbab, burqa atau niqab. Namun, pemilik usaha perorangan dapat melarang karyawan mengenakan simbol agama, filsafat, dan politik selama jam kerja. Sebaliknya, polisi dan petugas pemadam kebakaran diizinkan mengenakan jilbab saat bekerja.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya