Anggota tim ini di antaranya; Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus, politikus Golkar Eko Wiratmoko, bekas Deputi V Kepala Staf Kepresidenan Andogo Wiradi, serta bekas Kepala Pusat Penerangan Tentara Nasional Indonesia, Iskandar Sitompul.
Mantan Sekretaris Kabinet (Seskab) itu menuturkan, Erick Thohir telah berhasil menjalankan peran sebagai CEO TKN bersama Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Keduanya berhasil menciptakan aliansi strategis antara TKN dan parpol pengusung. Sementara itu, kata Andi, direktur yang ada di jajaran TKN juga terus bergerak melakukan konsolidasi, baik darat maupun udara.
“Untuk strategi udara segitiga Arya-Fiki-Usman rutin memberikan arahan-arahan strategis hingga taktikal untuk melakukan operasi medsos di empat platform utama (Twitter, Facebook, IG, dan YouTube). Masing-masing platform memiliki keunikan sehingga harus didekati dengan strategi media yang berbeda juga,” beber Andi.
“Selain itu, koordinasi lintas tim yang rutin dilakukan tiap Selasa dan Kamis juga dijalankan terutama untuk menguatkan eksposure 01 di momentum utama seperti Debat, Deklarasi Dukungan Alumni, Deklarasi 1000 Jenderal, dan terutama jika Jokowi dan Ma'ruf melakukan gerakan kinetik di daerah," sambung dia.
Untuk gerakan di darat, Andi menjelaskan, konsolidasi dilakukan mulai dari pemakaian peta sasaran yang sama hingga tipe operasi darat yang digelar.
“Gerak darat ini rutin dilakukan oleh Erick dan Moeldoko. Operasi darat digelar dengan merujuk ke peta sasaran yang membagi dapil - dapil yang ada menjadi 8 kluster yang kemudian diterjemahkan menjadi rangkaian strategi mulai dari galang simpul daerah, gelar kegiatan kampanye, gelar micro-targeting, hingga gelar canvassing-door to door. Gerak darat ini juga mengandalkan keterpaduan antara TKN-TKD, Caleg Parpol, dan tim door-to-door dari para relawan, termasuk Bravo-5 dan Cakra 19,” ujar dia.