Fakta-Fakta di Balik Pertemuan Trump-Kim di Vietnam

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Rabu 27 Februari 2019 07:40 WIB
Trump dan Kim pada pertemuan pertama di Singapura (AFP)
Share :

VIETNAM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, akan kembali bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Vietnam, Rabu (27/2/2019).

Harapannya adalah kedua bekas musuh bebuyutan ini akan menghasilkan semacam kesepakatan terkait program senjata nuklir Korea Utara yang kontroversial.

Jika Anda ingin mengetahui apa yang akan terjadi minggu ini, berikut hal-hal yang mendasar.

 Baca juga: Donald Trump Tiba di Vietnam untuk menghadiri KTT Bersama Kim Jong-un

Apa yang akan dibicarakan?

Hal yang sama dengan apa yang telah mereka bicarakan pada pertemuan bersejarah pertama bulan Juni 2018 lalu di Singapura: senjata nuklir.

 

Sebagian besar dunia menginginkan Korea Utara untuk menghapus senjata nuklirnya - proses yang biasanya disebut sebagai denuklirisasi.

Tetapi Korut selalu mengatakan tidak akan melakukannya sampai mereka merasa aman dari ancaman AS dan pihak-pihak lain.

Karena itulah Korut dikenai serangkaian sanksi yang menghambatnya berdagang atau berhubungan secara normal dengan dunia yang lebih luas.

Mereka menginginkan tindakan yang melonggarkan sanksi tersebut.

 Baca juga: Jelang KTT AS-Korut, Vietnam Usir Komedian Peniru Kim Jong-un

Apakah Korut sudah berjanji akan menghapus senjata nuklirnya?

Tidak, tidak sama sekali.

Ketika mereka bertemu tahun lalu, Trump dan Kim menandatangani Deklarasi Singapura yang sangat optimistis tetapi tidak rinci.

Mereka mengatakan mendukung perdamaian dan denuklirisasi, tetapi mereka tidak pernah menyatakan apa arti sebenarnya atau bagaimana akan diwujudkan.

Korut telah meledakkan situs percobaan nuklir - meskipun sebenarnya mereka tidak memerlukannya lagi selama negara itu mengetahui nuklirnya efektif - tetapi tidak terdapat indikasi Pyongyang melakukan hal lainnya untuk menghentikan pengembangan nuklir.

Pada kenyataannya, pejabat senior intelijen AS mengatakan Korut tidak pernah menghentikannya, karena mereka meyakini hal itu "penting bagi kelangsungan hidup rezim".

 Baca juga: KTT Kedua dengan Kim, Trump Optimistis Akhiri Ancaman Nuklir

Dalam beberapa minggu terakhir, Trump sepertinya mengurangi ambisinya, dengan mengatakan dirinya sudah gembira selama Korut tidak lagi melakukan tes peluru kendali atau bom nuklir, yang merupakan status quo saat ini.

AS kemungkinan juga akan mendesak Korut untuk memberikan daftar lengkap seluruh teknologi nuklirnya - tetapi bahkan hal inipun mereka tidak pernah bersedia melakukannya.


Mengapa Korut tidak bisa memiliki senjata nuklir?

Bom nuklir adalah senjata paling kuat yang pernah dibuat. Terdapat sejumlah pengecualian, tetapi dunia sepakat sekarang seharusnya tidak ada negara nuklir baru. Korut telah melanggar hukum dan traktat internasional karena mengembangkan cadangan nuklirnya sendiri.

Selain ketakutan nyata bahwa negara itu suatu hari akan menggunakan senjata itu, Korut juga kemungkinan menjual teknologi ke negara lain, membuat kesalahan sehingga terjadi kecelakaan atau jika pemerintahannya hancur, nuklir akan dikuasai pihak yang tidak tepat.

 Baca juga: Naik Kereta, Kim Jong Un Menuju Vietnam untuk Bertemu Donald Trump

Jika Korut diizinkan memiliki senjata nuklirnya, negara itu akan mendorong negara lain untuk melakukan hal yang sama.

Apakah Korut sebuah ancaman nyata?

Ya, ada kemungkinan. Negara itu berulang kali mengatakan tidak takut menggunakan senjata nuklir atau konvensional jika diancam.

Negara-negara yang paling mencemaskannya adalah para tetangganya - Korea Selatan dan Jepang.

 Baca juga: Bertemu Trump, Mungkinkah Kim Jong-un Naik Kereta dari Korut Menuju Vietnam?

AS menempatkan puluhan ribu tentara di kedua negara itu. Tetapi Korut juga menyatakan memiliki peluru kendali yang cukup kuat untuk mencapai daratan AS.

Juga terjadi peningkatan ancaman keamanan siber dari Korut dalam beberapa tahun terakhir.

Sebagian besar pengamat sepakat jika Korut memulai konflik maka itu akan sama saja dengan membunuh diri.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya