ABUJA – Presiden Nigeria Muhammadu Buhari memenangi pemilihan untuk menjalani masa jabatan keduanya sebagai kepala negara produsen minyak terbesar di Afrika itu. Buhari mengalahkan kandidat kubu oposisi, Atiku Abubakar dalam pemilihan yang sempat dihinggapi berbagi masalah, mulai dari penundaan, isu logistik dan kekerasan.
Diwartakan Reuters, Rabu (27/2/2019) Buhari memperoleh 56 persen suara berbanding dengan 41 persen suara yang didapat kandidat partai oposisi Partai Rakyat Demokrasi (PDP), Abubakar.
Berpidato di depan para pendukungnya, Buhari berjanji akan berusaha mengatasi berbagai masalah yang dihadapi Nigeria, termasuk masalah ekonomi yang masih berusaha dipulihkan setelah resesi 2016 dan masalah pemberontakan kelompok ekstremis Islam yang telah menewaskan ribuan orang di barat daya Nigeria.
"Pemerintahan baru akan mengintensifkan upayanya dalam keamanan, merestrukturisasi ekonomi dan memerangi korupsi," kata Buhari setelah diumumkan sebagai pemenang. Dia juga meminta para pendukungnya untuk tidak menyombong dan mengejek kubu oposisi.
Presiden menang dengan 3,9 juta suara, setelah mengumpulkan 15,2 juta suara berbanding 11,3 juta suara yang diperoleh Atiku. Komisi Pemilihan Umum Nigeria mengatakan, angka partisipasi pemilu Nigeria kali ini berada di 35,6 persen, turun dibandingkan dengan 44 persen dalam pemilihan presiden 2015.
Perwakilan dari PDP mengatakan, pihaknya tidak menerima hasil pemilihan presiden tersebut dan akan mencoba berbagai opsi untuk membatalkannya, termasuk melalui jalur hukum.
"Kami akan mengeksplorasi semua opsi termasuk keyakinan bahwa proses hukum di Nigeria adalah salah satu cara untuk menyelesaikan masalah," kata Osita Chidoka dari PDP.
Pengamat dari Komunitas Ekonomi Negara-negara Afrika Barat, Uni Afrika dan PBB mengimbau semua pihak untuk menunggu hasil resmi yang diharapkan diumumkan akhir pekan ini, sebelum mengajukan keluhan.
(Rahman Asmardika)