Dia pun menyampaikan, tingginya angka golput bukan hanya karena tak ada pilihan layak, melainkan calon pemilih kurang memahami cara menggunakan hak pilih. Untuk itu, pembekalan politik sangat diperlukan terutama bagi calon pemilih pemula.
“Ini adalah sebagian millenial yang berkumpul. Mereka baru saja mendapat pembekalan dan pemahaman politik,” kata Syafril, usai menggelar pertemuan dengan anak-anak muda di Bergas, Jumat (1/3/2019) dini hari.
Pria asal Medan itu menyebut anak muda memiliki energi besar dan berperan penting dalam pembangunan. Oleh karenanya mereka mesti berpartisipasi dalam Pemilu karena hak pilihnya sangat menentukan program pembangunan ke depan.
“Kita sampaikan tentang visi misi Perindo untuk membangun dan mensejahterakan rakyat. Mengangkat masyarakat kelas bawah agar naik kelas, dengan tujuan bisa memperkecil angka kesenjangan sosial,” tuturnya.
Suasana pembekalan politik itu pun berlangsung akrab. Bahkan, setelah acara ditutup sejumlah remaja putri mendekat untuk foto bersama. Gaya yang diinginkan adalah boomerang, yakni masing-masing orang terlihat bergerak singkat secara berulang-ulang.(sal)
(Fiddy Anggriawan )