KOTAWARINGIN BARAT – Bijaklah saat menggunakan media sosial. Apalagi postingan tersebut berdampak terganggunya bisnis seseorang.
Seperti yang terjadi di Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng. Hal ini dialami oleh seorang perempuan Siti Annisa yang akhirnya membuat pernyataan maaf setelah dilacak dan tertangkap.
Baca juga: Diduga Sebar Hoax soal Pilpres, 2 ASN Purwakarta Terancam Dipecat
Bermula dari Akun Facebook KUD Tani Subur memposting video permintaan maaf seorang perempuan yang telah memposting berita bohong terkait anak hilang di Agrowisata Education Tani Subur Desa Pangkalan Tiga (DAM) yang dikelola KUD Tani Subur.
("Info dong, katanya di dam lagi gak boleh ke sana ya? karena katanya ada anak hilang jadi tumbal gitu? benar gak nih? tolong info nya? "),” tulis Akun FB Annisa Nose digrup FB Pangkalan Banteng, Minggu (3/3/2019) pagi.