BAYELSA - Lebih dari 50 orang dinyatakan hilang setelah pipa minyak milik Nembe Creek Trunk Line bocor yang menyebabkan ledakan pada Jumat 1 Maret 2019 di negara bagian Bayelsa di Nigeria selatan, kutip Associated Press via Reuters, Senin (4/3/2019).
Nembe Creek adalah salah satu dari dua jalur pipa utama yang membawa minyak Bonny Light untuk diekspor.
Nembe dioperasikan oleh Grup Aiteo yang berbasis di Port Harcourt. Aiteo belum mengomentari ledakan itu.
Daerah sekitar Nembe Creek sangat tercemar. Perusahaan minyak Nigeria mengklaim sebagian besar tumpahan minyak disebabkan oleh sabotase, pencurian.
Ledakan serupa sebelumnya pernah terjadi pada Januari 2019 di Nigeria. Sebuah kapal tanker minyak meledak di Odukpani di negara bagian Cross River sementara puluhan orang sedang mengambil bahan bakar yang bocor. Polisi mengatakan setidaknya 12 orang tewas, sedangkan beberapa saksi memperkirakan hingga 60 orang tewas.
Ratusan orang telah tewas dalam kecelakaan serupa dalam beberapa tahun terakhir di negara penghasil minyak terbesar di Afrika itu. Sebab, orang-orang miskin Nigeria mengambil risiko hidup mereka untuk mengambil bahan bakar yang bocor dari pipa atau truk.
(Rachmat Fahzry)