12 Tahun Hilang Kontak, Pekerja Migran di Yordania Akhirnya Bisa Pulang ke Tanah Air

Abu Sahma Pane, Jurnalis
Selasa 05 Maret 2019 11:55 WIB
Foto: dok.Humas Kemenaker
Share :

BANTEN - Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Yordania Diah Anggraini (36) akhirnya kembali ke Indonesia setelah 12 tahun kehilangan kontak dengan keluarganya. Diah Anggraini bersama empat PMI lainnya tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Senin (18/2/2019) malam dan langsung ke kampung halaman masing-masing.

"Alhamdulillah Diah Anggraini telah tiba dengan kondisi sehat. Kepulangan Diah Anggraini membuktikan negara hadir dalam setiap penanganan dan perlindungan PMI," kata Direktur Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri (PPTKLN) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Eva Trisiana di Jakarta pada Selasa (19/2/2019).

Hadir menjemput para PMI asal Yordania tersebut antara lain Plt. Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Kadisnaker) Kota Malang Supranoto, Staf BP3TKI Serang Gunarto, serta Kasi Pra dan Purna Penempatan TKI Kementerian Ketenagakerjaan Ali Tsabit Kholidi.

Eva mengungkapkan bahwa kepulangan Diah Anggraini ke Indonesia tak lepas dari sikap majikannya yang koperatif dengan melunasi pembayaran sisa gajinya. Total gaji Diah selama bekerja pada majikannya mencapai sebesar 9.000 USD (setara Rp126 juta dengan kurs Rp 14.000).

“Sebelumnya, majikannya di Yordania telah memberikan dua per tiga gajinya. Sekarang Diah sudah bisa pulang karena sisa gajinya telah dibayarkan dan denda izin tinggal sudah diselesaikan oleh majikannya," ujarnya.

Eva melanjutkan, pemerintah memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerjasama untuk memulangkan Diah Anggraini bersama empat orang pekerja migran lainnya ke Tanah Air. Menurutnya, pemerintah akan selalu hadir untuk melindungi seluruh pekerja migran.

"Pemerintah mengutamakan aspek perlindungan bagi pekerja migran, termasuk juga pekerja migran yang mengalami sakit saat bekerja di luar negeri,” kata Eva.

Diah sendiri hilang kontak dengan keluarganya di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur, setelah berangkat ke Yordania sejak 5 Oktober 2006 lalu melalui PT Safina Daha Jaya. Selama bekerja 12 tahun, Diah tidak memperoleh hak-haknya sebagai pekerja.

Diah Anggraini bersama Yuyun Indah Purnamasari (NTB), Mulyana Rais, Rusiyah (Banten) dan Arniti (Cirebon) kembali ke Tanah Air setelah bekerja di Yordania antara 8-12 tahun. Kini Diah dan empat pekerja migran lain sudah tiba di Indonesia didampingi staf KBRI Amman (Yordania) Gufron.

"Syukur Alhamdulillah saya bisa pulang ke Indonesia. Saya sudah rindu ketemu keluarga di Malang, " kata Diah.

Selama bekerja di Yordania, Diah mengaku diperlakukan dengan tidak manusiawi dan gajinya tidak dibayarkan. Diah berhasil melarikan diri dari rumah majikannnya dan menuju kantor Kedubes Indonesia di Yordania.

Sementara itu Plt. Kadisnaker Kota Malang, Supranoto mengatakan pihaknya bertolak ke Jakarta setelah mendapatkan informasi kepulangan Diah ke Tanah Air. Pemkot Malang bakal mendampingi dan menanggung semua biaya kepulangan Diah sampai ke rumah ibunya di Kotalama.

Terkait pembayaran gaji yang tertunda, Supranoto mengatakan Diah sudah membuat buku rekening untuk penyelesaian gaji. Hasil mediasi dengan Atase Ketenagakerjaan KBRI Amman dengan majikan, gaji Diah akan dibayarkan. "Setelah lima hari sampai di Malang, gaji akan dikirim ke rekening Diah," kata Supranoto. (abp)

(Angkasa Yudhistira)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya