Herman menambahkan, mobil tersebut disewanya setengah hari dengan harga Rp 80 ribu berikut sopir. Nantinya, mobil itu mengantar Herman ke tempat yang dituju kemudian kembali dijemput siang hari.
"Saya sewa Rp 80 ribu setengah hari sama sopir. Saya setiap hari berangkat (ngemis) jam 6 pagi kalau pulang jam 11-12 siang. Hari Jumat libur," jelasnya.
Ia pun menceritakan sudah menjadi pengemis di wilayah Kota Bogor sejak tahun 1980-an. Dalam sehari, lanjut Herman, dirinya bisa mendapat uang dari pengendara sekitar Rp 100-150 ribu.
"Uang itu buat kebutuhan sehari-hari. Saya tinggal sama anak, dia kerja jadi petugas kebersihan di Pamulang. Karena uang gaji anak saya cuma Rp800 ribu, tidak cukup jadi saya ngemis," tambahnya.
Herman mengaku terkejut bahwa foto dirinya menjadi viral di media sosial lantaran disinyalir memakai mobil pribadi saat pergi mengemis di persimpangan jalan.
"Saya memang mengemis pakai mobil, tapi itu mobil rental bukan punya saya pribadi. Saya keget ada berita saya di Facebook ada yang bilang orang kaya, juragan angkot itu enggak benar," kilahnya.