Investigasi Lion Air JT-610: Pilot Kehabisan Waktu dan Kopilot Ucap Allahu Akbar

Agregasi Solopos, Jurnalis
Kamis 21 Maret 2019 16:30 WIB
Kondisi Ban Pesawat Lion Air JT-610 yang Ditemukan Usai Jatuh di Perairan Laut Jawa, pada 29 Oktober 2018
Share :

Badan investigasi kecelakaan udara Prancis, BEA, pada Selasa 19 Maret 2019 mengatakan, rekaman data penerbangan dalam kecelakaan Ethiopian Airlines pertengahan Maret ini yang menewaskan 157 orang menunjukkan "kesamaan yang jelas" dengan bencana Lion Air.

Sementara itu, Boeing Co. menolak memberikan komentarnya pada Rabu 20 Maret 2019 karena investigasi masih tengah berlangsung. Produsen pesawat asal AS itu mengatakan ada prosedur untuk menangani situasi tersebut.

Kru yang berbeda di pesawat yang sama pada malam sebelum kecelakaan pada 29 Oktober mengalami masalah yang sama tetapi mampu menyelesaikannya, menurut laporan pada November. Tapi mereka tidak menyampaikan informasi tentang masalah yang mereka alami kepada awak pesawat berikutnya.

Sejak tragedi Lion Air, Boeing sebenarnya telah mengupayakan peningkatan perangkat lunak untuk mengubah seberapa banyak otoritas yang diberikan kepada Sistem Augmentasi Karakteristik Manuver, atau MCAS, sistem anti-stall baru yang dikembangkan untuk 737 MAX.

Penyebab kecelakaan Lion Air belum ditentukan, tetapi laporan awal menyebutkan sejumlah faktor di antaranya sistem Boeing, sensor, serta prosedur pemeliharaan dan pelatihan maskapai penerbangan.

Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono, pekan lalu mengatakan laporan itu dapat dirilis pada Juli atau Agustus ketika pihak otoritas berusaha mempercepat penyelidikan pascakecelakaan Ethiopian Airlines. Ia pun menolak mengomentari isi rekaman suara kokpit.

(Fiddy Anggriawan )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya