SUKOHARJO - Putri terlihat duduk seorang diri di teras saat Okezone tiba di kediamannya, di daerah Mojolaban, Sukoharjo. Putri menyangka kedatangan Okezone, hendak menyewa Grup Kesenian Reog Jarangor yang mementaskan salah satu kesenian tradisional Jatilan.
Putri menjelaskan, grup kesenian Reog Jarangor yang kini dikelolanya pertama kali didirikan oleh almarhum ayahnya. Awalnya, sempat terjadi keragu-raguan apakah kesenian ini tetap diteruskan sepeninggal ayahnya atau tidak?
"Sepi mas, sekarang sudah jarang sekali yang mengundang. Kalaupun ada, paling cuma satu atau dua kali saja. Itupun kalau ada tamu pejabat yang datang ke daerah. Kalau tidak ada, ya nganggur," ucap Putri mengawali perbincangan dengan Okezone.
Meskipun sepi, anggota kelompok kesenian Reog Jarangor yang dikelolanya tetap latihan. Seminggu sekali, tepatnya setiap Kamis malam Jumat, anggota kelompok ini selalu berkumpul di rumahnya untuk latihan.
"Sekarang itukan yang memimpin kesenian ini kakak saya, meski tak ada tanggapan (pentas) setiap malam Jumat, selalu berkumpul," ujar dia.
Biasannya, setiap berkumpul, kata Putri, mereka selalu membersihkan atau menjamasi alat-alat pentas milik mereka. Selain tetap memegang teguh petuah leluhur, pembersihan alat-alat pentas mereka itu dilakukan sekaligus untuk mengecek apakah alat itu masih dalam keadaan baik atau tidak. Bila sudah tidak berfungsi, bisa dicarikan yang baru.