"Meskipun kunjungan Saidiaga adalah mendoakan KH. Ahmad Dahlan, tetapi menjadi tidak baik jika motifnya adalah untuk kampanye. Di sini kunjungan Sandiaga mendesakralisasi makam KH. Ahmad Dahlan, yang pera pengikutnya saja tidak biasa melakukannya, apalagi untuk tujuan politik. Hal ini Sandiaga seakan-akan mendapat restu dari warga Muhammadiyah, ziarah itu menjadi bahan kampanye mereka untuk menunjukkan kekuatan dukungan bagi warga Muhammadiyah, padahal tidak," tegasnya.
Menurut Fakhrial yang juga LHKP PW Muhamamdiyah Jawa Tengah ini, sudah jelas edaran instruksi PP Muhammadiyah nomor 02/INS/I.0/E/2019 terkait Menjaga netralitas persyarikatan dan amal usaha Muhammadiyah.
"Kami juga menyayangkan adanya beberapa ayahanda pimpinan Muhammadiyah DIY sebagai basis terbesar Muhamadiyah di Indonesia, terlibat dukungan kepada salah satu pasangan, dimana seharusnya mereka taat terhadap kebijakan PP muhammadiyah dengan menjaga netralitas institusi dan amal usaha Muhammadiyah," jelas Fakhrial.
Baca Juga: Kenapa Hasil Survei Berbeda-Beda? Begini Penjelasan dari Pengamat dan Peneliti
(Edi Hidayat)