2 Kereta yang Tersambar Petir di Stasiun Sudimara Sudah Dievakuasi

Fadel Prayoga, Jurnalis
Senin 01 April 2019 19:50 WIB
Ilustrasi Kereta (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Dua kereta yang tersambar petir di Stasiun Sudimara sudah selesai dievakuasi oleh PT Kereta Commuter Indonesia. Keduanya ditarik ke Stasiun Serpong dan Stasiun Parung Panjang.

VP Komunikasi Perusahaan PT KCI, Anne Purba mengatakan, meski kedua kereta sudah dievakuasi ke stasiun terdekat, tapi rute Pondok Ranji-Sudimara masih belum bisa dilintasi Kereta Rel Listrik (KRL).

"Masih berlangsung perbaikan prasarana perkeretaapian listrik aliran atas yang ketika proses evakuasi sempat tersambar petir," kata Anne dalam keterangan tertulis, Senin (1/4/2019).

Sebelumnya, di stasiun sudimara, gangguan terdapat di jalur 1 dan jalur 3. Di mana KA 2008 (tanah Abang-Maja) dan KA 2010 (Tanah Abang-Parung Panjang) mengalami gangguan.

Baca Juga: KRL Jakarta Kota-Bogor Gangguan, Penyebabnya Masih Dicek Petugas


Mengutip laman twitter @Commuterline, Jakarta, Senin (1/4/2019), info awal KA 2008 (Tanah Abang-Maja) mengalami gangguan pada rangkaian di jalur 1 Stasiun Sudimara. Sementara itu, KA 2010 (Tanah Abang-Parungpanjang) mengalami gangguan pada rangkaian di jalur 3 Stasiun Sudimara.

"Listrik Aliran Atas jalur hulu hilir antara Stasiun Sudimara saat ini dipadamkan sehubungan adanya proses perbaikan KA 2008 & KA 2010," ujar akun resmi KRL tersebut.

Ia mengimbau para pengguna untuk dapat menggunakan alternatif moda transportasi lain selama proses perbaikan yang masih berjalan.

"PT KCI juga mempersilakan pengguna untuk melakukan refund maupun batal perjalanan di loket stasiun," ujarnya.

Selain itu, ia meminta para pengguna yang hendak menunggu KRL untuk selalu mengutamakan keselamatan bersama dengan tidak berdesakan, mendahulukan penumpang yang turun dari kereta dan senantiasa mengikuti informasi serta arahan dari petugas.

(Edi Hidayat)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya