JAKARTA - Jelang Pemilu 2019 yang tinggal 14 hari lagi, Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) membuat sebuah gerakan yang bernama Gerakan Ronda Pemilu (GRP). Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum Fatayat NU, yakni Anggia Ermarini ketika mendeklarasikan gerakan itu.
Anggia Ermarini menjelaskan kalau Gerakan Ronda Pemilu dibentuk dengan tujuan untuk mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019 yang akan digelar pada 17 April mendatang.
Baca Juga: Targetkan Menang di Jateng, Perempuan NU Ajak Semua Pilih Jokowi-Ma'ruf Amin
“Hari ini juga mendeklarasikan bahwa Fatayat NU akan membentuk namanya gerakan ronda pemilu Fatayar NU,” ujar Anggia saat ditemui di Hotel Balairung, Jakarta Timur, Rabu (3/4/2019).
“Kenapa dikatakan ronda? Karena memang modelnya pertama bertugas mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif datang ke TPS. Semakin kecil angka golput, itu semakin besar nilai demokrasi,” ungkapnya.
Dalam perhelatan demokrasi, Fatayat NU merasa miris karena banyaknya sebaran berita bohong atau hoaks, ujaran kebencian dan bahkan gerakan untuk tidak menggunakan hak pilih atau golput.
Oleh sebab itu, Anggia Ermarini akan mengerahkan seluruh kader atau anggota Fatayat NU yang menyebar di seluruh Indonesia dengan jumlah kurang lebih 21 ribu untuk mengajak masyarakat ke TPS dan memantau jalannya pencoblosan.
“Saya mengajak semua kader-kader Fatayat NU peduli terhadap proses demokrasi yang akan kita lakukan beberapa hari lagi, karena akan menentukan untuk nasib bangsa ini,” terang Anggia.
Baca Juga: Dihadapan Forum Muslimah Muda Internasional Jokowi Puji Sejumlah Menteri Perempuannya
Melalui gerakan ini, Anggia yakin seluruh kader dan anggotanya yang seluruhnya perempuan akan memperikan pengaruh yang optimal untuk mengurangi angka golput pada pemilu 2019 nanti.
“Saya optimis, karena perempuan-perempun itu pengaruhnya luar biasa. Melalui influencer dari perempuan untuk mengakak ke TPS, ngajak proses pemilu ini saya yakin ini akan optimal,” tuturnya.
(Fiddy Anggriawan )