JAKARTA - Indikator Politik Indonesia menggelar survei tentang dinamika elektoral jelang Pemilu 2019. Hasilnya, mayoritas publik percaya KPU dan Bawaslu menyelenggarakan pemilu secara jujur dan adil (jurdil).
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengatakan, 20 persen masyarakat sangat yakin KPU menyelenggarakan Pileg 2019. Sedangkan 63 persen cukup yakin, 12 persen kurang yakin, 1 persen tidak yakin dan 4 persen tidak tahu.
Sementara itu, 20 persen masyarakat sangat yakin KPU mampu menyelenggarakan Pilpres. 64 persen cukup yakin, 12 persen kurang yakin, 1 persen tidak yakin sama sekali, dan 4 persen tidak tahu.
19 persen masyarakat merasa sangat yakin Bawaslu mengawasi Pemilu 2019, 64 persen cukup yakin, 11 persen kurang yakin, 1 persen tidak yakin, 4 persen tidak tahu.
19 persen masyarakat sangat yakin Bawaslu mampu mengawasi Pilpres, 65 persen cukup yakin, 11 persen cukup yakin, 1 persen tidak yakin, dan 4 persen tidak tahu.
Burhanuddin menambahkan, mayoritas publik juga tidak percaya dengan isu surat suara sudah tercoblos yang sempat membuat heboh beberapa waktu lalu. Berdadarkan hasil survei, hanya 8 persen yang percaya. Lalu 71 perden tidak percata dan 21 persen tidak tahu.
Selain itu, sambung Burhanuddin, mayoritas publik tidak percaya isu KPU tidak netral. Berdasarkan hasil survei, hanya 15 persen yang percaya. Lalu 67 persen tidak percaya, dan 17 persen tidak tahu.
"Secara umum mayoritas publik percaya KPU mampu menyelenggarakan pemilu dan pilpres secara jurdil. Mayoritas juga percaya Bawaslu mampu," ujar Burhanuddin di Kantor Indikator Politik Indonesia, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (3/4/2019).
Survei Indikator Politik Indonesia dilakukan pada 22 sampai 29 Maret 2019. Populasi dalam survei ini adalah seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang berumur 17 tahun atau lebih.
Populasi itu dipilih secara multistage random sampling dengan jumlah responden sebanyak 1.220 sebagai sampel basis. Margin of error +/- 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden asli sebesar 88,1 persen dan responden pengganti 11,9 persen.
(Khafid Mardiyansyah)