Ular yang ditemukan di bantaran tersebut diduga muncul karena adanya banjir yang menggenangi sarangnya. Akibatnya ular tersebut muncul ke permukaan dan ditemukan oleh Christian.
Baca juga: Viaduk Gilingan Solo Banjir, Arus Lalu Lintas Dialihkan
“Kemungkinan memang karena banjir makanya muncul dari sarang. Ini juga kelihatan sedang proses ganti kulit. Jadi ularnya lebih pasif dari biasanya,” imbuh dia.
Proses penangkapan ular berjenis piton tersebut menurutnya susah lantaran berada di bantaran sungai yang merupakan rawa-rawa. Butuh waktu beberapa menit untuk bisa menangkap ular tersebut. Christian mengaku belum tahu akan diapakan ular tersebut nantinya.
“Saya memang sudah terbiasa menangkap hewan seperti biawak. Lalu ular juga. Yang bikin susah karena lokasinya berada di rawa-rawa. Jadi agak sulit menangkapnya. Mungkin sekitar 15 menit prosesnya baru bisa saya tangkap. Saat ini ularnya masih saya simpan di rumah. Belum tahu mau dijual atau diapakan,” papar dia.