Jokowi Disebut Jalankan Falsafah Sam Ratulangi

Fahreza Rizky, Jurnalis
Rabu 10 April 2019 00:07 WIB
Share :

"Nilai-nilai kultur keminahasaan yang meskipun egaliter tapi tetap sarat akan penghargaan nilai-nilai kemanusiaan. Tidak ada dalam sejarah Minahasa pemimpin gebrak-gebrak meja lalu membentak dan menakut-nakuti,” kata Umbas yang juga putra Minahasa itu.

Umbas menambahkan, rakyat tentu mencermati setiap tampilan kampanye dan orasi dari Prabowo. Perkataan kasar hanya akan menjatuhkan kredibilitas pemimpin di mata rakyatnya. Belum lama ini, Prabowo menyebut Ibu Pertiwi sedang diperkosa. Tak hanya itu, muncul diksi “bajingan” dari mulut Prabowo ketika kampanye di Stadion Kridosono, Yogyakarta, kemarin.

Sedangkan Jokowi, kata Umbas, justru selalu menyampaikan bahwa demokrasi semestinya diisi kegembiraan. Bukan justru menakuti masyarakat atau menghadirkan narasi-narasi pesimisme.

“Jadi pesta demokrasi adalah kegembiraan, jangan sampai malah ada yang menakut-nakuti, jangan sampai ada yang pesimis, jangan sampai ada yang suka marah-marah,” kata Jokowi. (aky)

(Amril Amarullah (Okezone))

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya