Kaya karbohidrat, dalam 100 gram sagu kering setara dengan 355 kalori. Prosentase karbohidratnya dari sagu hingga 94 gram. Unsur lainnya 0,2 gram protein, seratnya sekitar 0,5 gram, lalu 10 Mg kalsium. Lalu, ada juga 1,5 Mg zat besi hingga lemak, karoten, tiamin, dan asam askorbat.
Ricky pun mengatakan, proses panjang harus dilewati untuk menghasilkan sagu berkualitas. “Besarnya kandungan unsur dalam sagu konon juga dipengaruhi cara pengolahannya. Sebab untuk jadi sagu dibutuhkan proses yang panjang,” kata Ricky lagi.
Sagu ini dihasilkan dari teras batang Rumbia (Metroxylon Sagu Rottb). Proses pemanenannya dimulai dengan pemotongan batang. Batang-batang ini lalu dibelah memanjang, lalu bagian tengahnya dicacah. Teras batang ini lalu diambil dan disaring hingga didapatkan patinya. Pati inilah yang diolah jadi tepung sagu atau lainnya.
“Berkunjung ke Papua kurang lengkap kalau tidak mencicipi olahan sagunya. Olahan sagu terbaik saat ini dimiliki oleh Sentani. Variasinya sangat beragam. Silahkan berkunjung kembali ke Sentani sembari menikmati beragam olahan sagu nikmat di sana,” tutup Menteri Pariwisata Arief Yahya.
(Risna Nur Rahayu)