WASHINGTON DC — Pemilihan umum Indonesia yang berlangsung April 2019 tidak hanya memilih anggota legislatif, melainkan juga presiden yang akan menjabat selama lima tahun mendatang. Masyarakat Indonesia dengan semangat menyambut pesta demokrasi tersebut dalam mendukung masing-masing kandidat, baik pasangan calon Joko Widodo-Ma'ruf Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.
Beberapa waktu lalu VOA di Washington melakukan wawancara dengan beberapa pemilih yang baru pertama kali mencoblos dan menggunakan hak suara. Sebagian pemilih tersebut juga baru pertama kali mencoblos di luar negeri dan tinggal di Amerika Serikat.
Gregorius Aditya Pradana, yang akrab disapa Jerry, menggunakan hak pilihnya walau kini berada jauh dari Tanah Air. Mahasiswa asal Cilandak, Jakarta Selatan, ini mengemukakan keinginan berkontribusi sekecil apa pun dalam menentukan masa depan Indonesia. Ia juga menginginkan visi dan misi calon presiden yang dapat menghadapi potensi isu-isu dalam lima tahun mendatang.
Sementara Yesica Miranty dari Maryland mengatakan ikut andil dalam pemilu dapat menentukan masa depan Indonesia. "Satu suara itu kan penting bagi calon presiden untuk menentukan siapa yang lebih baik juga yang mampu memimpin rakyat dan negara Indonesia," katanya.
Dari Jakarta, Anastasia Putri yang pernah mengenyam pendidikan di Amerika Serikat mengungkapkan bahwa memilih adalah kewajiban dan tanggung jawab sebagai warga negara Indonesia. Terkait anak muda milenial, ia pun mengungkapkan pandangannya.
"Saya melihat sikap teman-teman saya mungkin agak sedikit segan untuk berkata bahwa mereka akan berpartisipasi karena mereka merasa mungkin memilih dalam pemilu itu tidak akan mengubah apa pun di Indonesia."
Bagi Putri, partisipasi dalam Pemilu 2019 itu penting. Putri yang pernah tinggal di Maryland mengungkapkan hal tersebut dapat meningkatkan rasa memiliki Indonesia.
Pemilih perdana lainnya yang tinggal di Indonesia juga mengemukakan alasan ikut dalam Pemilu 2019. Dena Simanjuntak dari Riau mengatakan sudah menjadi kewajibannya sebagai warga negara yang baik untuk berkontribusi penuh dalam penentuan masa depan yang adil melalui pemberian suara.
Ia menambahkan, "Satu suara itu penting untuk bagaimana Indonesia ini untuk dipimpin, memilih pemimpin yang baik untuk ke depannya."