Ramai-Ramai Serukan Rekonsiliasi Pasca-Pilpres 2019

Erha Aprili Ramadhoni, Jurnalis
Minggu 21 April 2019 19:04 WIB
Ilustrasi
Share :

Ketum PP Muhamadiyah, Haedar Nashir

Haedar Nashir mengajak rakyat Indonesia untuk tetap tenang pascapemungutan suara Pilpres 2019, lantaran adanya perbedaan dalam menyikapi hasil hitung cepat (quick count). Ia meminta publik untuk terus bersabar menanti hasil resmi dari KPU RI, terkait pemenang Pilpres 2019.

"Mengajak semua pihak untuk 'cooling down' yang ditunjukkan dengan sikap menahan diri, menjaga ketenangan, dan bersabar menunggu hasil penghitungan dan pengumuman resmi dari KPU," kata dia.

Haedar juga berharap para kontestan pemilihan presiden, wakil presiden, legislatif serta para tim sukses dan pendukungnya tidak membuat pernyataan spekulatif dan konfrontatif yang dapat menjadikan susana pascapemilu dan kehidupan kebangsaan menjadi tidak kondusif.

Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding

Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding, menyatakan tak perlu ada rekonsiliasi atau pemulihan hubungan antara kubu paslon 01 dan 02. Karena menurutnya, pada Pilpres 2019, tidak ada hal yang perlu direkonsiliasikan lantaran tak ada permusuhan.

"Saya kira, tidak perlu ada yang direkonsiliasi karena tidak ada permusuhan, tidak ada konflik, yang ada hanya perbedaan politik, dinamika politik, dan itu hal-hal yang wajar dalam demokrasi," ucap Karding kepada Okezone di Jakarta, Sabtu (20/4/2019).

Menurut Karding, yang justru harus didorong saat ini adalah asas menghormati dan saling menghargai hasil proses demokrasi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Demokrasi itu adalah yang harus kita taati bersama. Apalagi nanti, KPU sebagai penyelenggara juga harus menjadi rujukan kita. Kita tidak boleh membangun klaim (kemenangan) sendiri dan sebagainya," tuturnya.

Mantan Ketua MK, Mahfud MD

Jokowi dan Prabowo dianggap jadi kunci untuk meredam perbedaan di arus bawah, terutama dengan adanya saling klaim pascapemungutan suara Pilpres 2019.

"Kalau terjadi kontroversi seperti itu, maka kuncinya (perdamaian-red) ada di kedua kandidat, yakni Pak Jokowi dan Pak Prabowo," kata Mahfud saat berbincang dengan Okezone di Jakarta, ‎Minggu (21/4/2019).

Menurutnya, baik Jokowi dan Prabowo perlu mencontohkan sifat sportivitas dalam berkompetisi kepada para pendukungnya. "Mereka perlu menyerukan dan mencontohkan sportivitas dalam berkontestasi," katanya.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya