Jangan Lupa Beriwisata ke Desa Tablanusu di Crossborder Skouw

Fahmi Firdaus , Jurnalis
Selasa 23 April 2019 08:46 WIB
Foto: dok Kemenpar
Share :

Ricky menambahkan, wisatawan juga bisa menginap di Desa Tablanusu. Desa Tablanusu terkenal dengan keindahannya. Wisatawan bahkan bisa menginap di desa ini. Mereka bisa bermalam di rumah-rumah penduduk.

"Melihat dari dekat keseharian masyarakat. Dengan begitu, wisatawan bisa mendapatkan banyak experience. Suasana alam dan budaya Tablanusu pun dinikmati secara utuh,” lanjut Ricky.

Paket keindahan Desa Tablanusu semakin lengkap dengan warna wisata sejarah. Tablanusu memiliki banyak koleksi sisa-sisa Perang Dunia II. Merunut sejarah, wilayah Desa Tablanusu jadi basis pertahanan tentara sekutu. Tablanusu digunakan sebagai pusat komando untuk mengontrol wilayah Papua dan sekitarnya selama Perang Dunia II.

“Posisi Tablanusu memang sangat strategis. Wajar bila sekutu waktu itu memilih daerah tersebut sebagai basis pertahanan dan komando. Sisa-sisa keberadaan sekutu waktu itu masih bisa ditemui di Tablanusu. Pokoknya wisatawan akan diajak flash back ke masa itu,” terang Ricky lagi.

Selain sejarah, Desa Tablanusu juga menawarkan wisata religi. Selain bangunan Gereja yang sangat klasik, kawasan Tablanusu banyak memiliki prasasti berbentuk Salib. Simbol tersebut menjadi bentuk penghormatan atas masuknya Agama Kristen ke Desa Tablanusu pada awal 1990-an. “Warga di Tablanusu sangat religius. Mereka juga menghormati sejarahnya,” tegas Ricky.

Eksotisnya Desa Tablanusu ditegaskan dengan budaya dan tradisi. Tablanusu memiliki ritual suci Sasi dan Tiyatiki. Sasi menjadi upacara memasukan Suang Teko atau cabang kayu besi ke pantai. Suang Teko diletakan di spot yang banyak ikannya. Adapun ritual Tiyatiki menjadi larangan menangkap ikan dalam durasi waktu tertentu.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya