Inas memaparkan, beberapa contoh dugaan kecurangan itu terjadi di Sunatera Barat (Sumbar), Jawa Barat, Nias dan masih banyak yang lainnya yang dilalukan oleh kelompok penyelenggara pemungutan suara yang direkrut oleh kubu Prabowo.
Meski begitu, Inas menuturkan, Jokowi dan kubunya tetap tenang menghadapi segala bentuk dugaan kecurangan yang terjadi. Mengingat, berdasarkan hitung cepat, Jokowi telah menjadi Presiden pilihan rakyat kembali.
"Walaupun upaya kecurangan tersebut di atas dilakukan secara masif oleh paslon 02, tapi tetap saja mereka tidak mampu melawan kehendak rakyat Indonesia yang masih mengingingkan Jokowi melanjutkan periode keduanya," tutup Ketua Fraksi Hanura itu.
(Awaludin)