“Kalau modelnya seperti ini, kita tidak akan dapat pemimpin yang baik. Kami pertanyakan soal ini, kami minta harus tegas,”ucapnya.
Pihaknya mengancam jika laporan-laporan pelanggaran itu tidak ditindak lanjuti, maka pihaknya yang terdiri dari 12 partai, akan melakukan memblokade kantor-kantor pemerintahan. Dan lagi bagi caleg yang memperoleh suara, tidak akan ikut dilantik dan tidak akan duduk di kursi DPRD.
“Jika tidak ditindak lanjuti, maka kami 12 partai koalisi Partai Bersatu, akan duduki kantor-kantor penyelanggara pemilu, dengan masa masing-masing dari partai. Dan lagi semua caleg yang masuk dalam partai koalisi Bersatu, jika nantinya ada yang memperoleh suara untuk duduk di legislatif, kami sepakat untuk tidak ikut pelantikan apapun, dan tidak mau duduk di DPR, biarkan mereka yang duduka saja,” ucapnya kesal. (kha)
(Fetra Hariandja)