Selain promosi dan selling destinasi wisata, lanjut Adella, konektivitas juga merupakan hal penting. Karena akses tersebut mempermudah wisman asal Malaysia berkunjung ke Indonesia.
"Survei pasar menunjukkan minat wisman asal Malaysia yang tertarik berkunjung ke Indonesia untuk menikmati wisata belanja dan kuliner," sebutnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan awareness terhadap pariwisata Indonesia meningkat. Malaysia merupakan fokus pasar wisatawan mancanegara ke Indonesia yang menduduki peringkat ke-2 setelah Tiongkok.
Berdasarkan realisasi wisman pada tahun 2018, kunjungan wisatawan Malaysia ke Indonesia mencapai 2.501.594 (meningkat 17,9% dibandingkan tahun 2017 sebesar 2.121.888).
"Sedangkan untuk di tahun 2019, target Kemenpar untuk pasar Malaysia sebanyak 2.900.000 kunjungan wisatawan, sehingga diperlukan pendekatan yang tepat dan inovatif untuk menggarap pasar ini," tuturnya.
Dijelaskannya, Sumatera Barat merupakan salah satu destinasi utama Wisata Halal di Indonesia selain Aceh, Jakarta, Jawa Barat (Puncak – Bandung), Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (Lombok), dan Bali.