Menurutnya, pelaku yang merupakan paman korban melakukan perbuatan itu pertama kali pada 19 April 2019 lalu. Saat itu, kedua orang tua korban menitipkan bunga (bukan nama sebenarnya) di rumah pelaku lantaran sibuk.
Karena hari sudah malam, korban terpaksa bermalam di rumah paman dan bibinya. Namun, diduga pelaku ini sudah dikuasai hawa nafsu bejatnya, akhirnya dia nekat melakukan perbuatan tak terpujinya itu. Padahal, pelaku telah memiliki istri.
"Modusnya sama, setiap kejadian saat korban tidur, pelaku masuk ke kamar korban. Lalu dipindahkan ke kamar lain dengan cara mulut dibekap," tutur Soekamto.
Tidak itu saja, korban juga mendapat ancaman dari pelaku, jika menolak untuk disetubuhi. Karena keterbatasan tenaga dan usia, akhirnya korban tak berdaya untuk melayani nafsu setan pamannya.
Namun, pada tanggal 23 April lalu, ibu korban merasa curiga atas prilaku anaknya. Setelah didesak, akhirnya korban yang baru duduk di bangku sekolah dasar tersebut menceritakan semua yang dialaminya.