JAKARTA - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade menegaskan jika Koalisi Indonesia Adil Makmur akan tetap solid. Walaupun, lanjutnya, banyak upaya untuk menggembosi.
“Kami solid sekali dan kita tidak ragu dengan kesolidan teman-teman koalisi kami,” tegas Andre saat dihubungi Okezone, Sabtu (27/4/2019).
Baca juga: Cek Pemungutan Suara Ulang di Jaktim, Bawaslu: Sejauh Ini Tak Ada Kendala
Ucapan Andre sekaligus menjawab adanya kabar dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin yang membuka pintu bagi Demokrat untuk bergabung.
Andre menegaskan jika komunikasi seluruh partai koalisi yang ada di Koalisi Indonesia Adil Makmur sangat bagus. Apalagi jika ada acara yang melibatkan rapat internal yang parpol dipastikan seluruhnya turut hadir termasuk dengan partai Demokrat.
Baca juga: Real Count KPU 41%: Jokowi-Ma'ruf 56,37% dan Prabowo-Sandi 43,63%
“Bahkan setiap acara yang melibatkan pimpinan parpol koalisi bang Hinca selalu hadir kok untik mewakili partai Demokrat untuk acara resmi atau rapat internal,” terang Andre.
“Lalu kalo acara besar seperti ke KPU bang Hinca selalu tampil mewakili demokrat. Kalo gak ada bang Hinca, ada pak Syarief yang sebagai waketum. Sehingga gak ada masala,” imbuh dia.
Sebelumnya, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding mengatakan, Presiden Jokowi pada intinya menyambut baik komunikasi dan silaturahmi yang dilakukan elite-elite politik pasca-Pemilu 2019.
Baca juga: 64 TPS di Sulteng Gelar Pemungutan Suara Ulang
"Kami dari TKN juga mengajak kepada seluruh elite partai untuk menciptakan suasana sejuk dengan mengedepankan persatuan bangsa dan tidak menciptakan narasi provokatif di masyarakat," ujar Karding dalam keterangan resminya, di Jakarta, Sabtu (27/4/2019).
Menurut Karding, wacana bergabungnya Partai Demokrat dalam KIK merupakan wacana yang cukup wajar mengingat komunikasi Presiden Jokowi dengan Susilo Bambang Yudhoyono maupun putranya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berlangsung dengan cukup baik.
"Kami kira masih terlalu dini membicarakan bergabungnya Koalisi Pendukung 02 ke 01 mengingat Presiden Jokowi belum dilantik kembali sebagai Presiden, namun kami menyambut baik komunikasi dan silaturahmi yang memperat rasa persaudaraan dan persatuan bangsa pasca pilpres 2019," ujar Karding.
(Fakhri Rezy)