BENGKULU - Bencana banjir dan tanah longsor yang menerjang Provinsi Bengkulu selain merenggut korban jiwa, juga berimbas pada kerugian materi yang tidak sedikit jumlahnya. Bencana tersebut telah menyebabkan ribuan rumah warga terendam banjir yang memaksa para penghuninya mengungsi.
Sejumlah jembatan yang menjadi akses jalan warga juga terputus, banyak fasilitas umum ikut terendam air bah. Banjir ini melanda sejumlah wilayah di antaranya Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Tengah, Bengkulu Selatan, Kepahiang, Rejang Lebong, Lebong, Bengkulu Utara dan Kaur.
Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu pada Sabtu, 27 April 2019 dampak bencana alam ini menelan kerugian materi mencapai Rp7,3 miliar.
Rinciannya, di Bengkulu Selatan, kerugian material dan infrastruktur ditaksir mencapai Rp2,8 miliar, perahu dan alat tangkap ikan diperkirakan Rp1,5 miliar. Kemudian di Kaur, kerugian materil ditaksir tidak kurang dari Rp150 juta.
Selanjutnya di Kepahiang, mengalami kerugian materi yang ditaksir mencapai Rp3 miliar. Sementara, untuk kerugian di sejumlah daerah di Bengkulu masih dihitung Tim BPBD Kabupaten/Kota yang tersebar di delapan daerah. Sejumlah instansi pemerintah dan aparat gabungan telah mendirikan dan membentuk posko di sejumlah titik.