"Hanya Kelalaian Petugas, Bukan Kecurangan": Pemungutan Suara Ulang di TPS 12 di Sukoharjo

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Minggu 28 April 2019 16:56 WIB
(Foto : BBC News Indonesia/Fajar Sodiq)
Share :

PEMUNGUTAN suara ulang dilakukan di sejumlah daerah di tengah isu kecurangan dan persoalan human error. Tapi, kenapa harus ada pencoblosan ulang dan siapa yang menentukan? Ikuti laporan dari TPS 12 di Desa Gedangan, Sukoharjo, Jateng.

Jarum jam masih menunjukkan pukul 07.00 WIB, namun warga telah berbondong-bondong mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) 12, Desa Gedangan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo yang menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada Sabtu (27/4/2019).

Barisan kursi yang khusus disiapkan untuk ruang tunggu pemilih juga sudah terisi penuh.

Mereka rela sabar menunggu hingga petugas KPPS selesai melakukan persiapan seperti membuka kotak suara yang berisi surat suara serta menandatangani surat suara yang akan diberikan kepada pemilih.

Setelah semua proses persiapan selesai, sekitar pukul 07.30 WIB, prosesi rangkaian pemungutan suara dilakukan dengan memanggil nama pemilih yang sudah mendaftar dan menyerahkan form undangan C6 kepada petugas.

Warga terus berdatangan ke TPS yang memanfaatkan bangunan gedung serba guna yang terletak di sebelah barat makam Dukuh Jlopo itu, seperti dilaporkan wartawan di Solo, Fajar Sodiq untuk BBC News Indonesia.

Antusiasme warga kembali terlihat tinggi ketika memasuki pukul 12.00 WIB. Pasalnya, para warga yang sebagian adalah karyawan dan pekerja memanfaatkan jam istirahat kerja untuk pulang dan mencoblos.

"Mumpung rolasan (istirahat) kerja, saya menyempatkan datang ke sini untuk nyoblos," kata Sigit salah satu warga yang ikut mencoblos di TPS 12 Desa Gedangan, Sabtu (27/4/2019).

Baginya, pemungutan suara ulang sama pentingnya seperti pemungutan suara secara serentak yang dilakukan pada 17 April lalu.

'Rela coblosan ulang, demi pemilu sukses'

Adanya pencoblosan ulang ini, ia pun tidak akan menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk menggunakan hak pilih lima tahun sekali itu.

"Enggak apa-apa diulang karena kita memang ingin menyukseskan Pemilu 2019 ini. Saya sama sekali tidak keberatan datang lagi ke TPS," ucapnya.

Hal senada juga dikatakan oleh warga lainnya, Respati Krisna. Menurutnya, pemungutan suara ulang ini memang cukup penting karena menjadi tempat warga untuk menyalurkan hak pilihnya.

Meskipun hasil hitung cepat telah muncul, namun setidaknya validitas dari penghitungan suara dipastikan hak pilih warga tersalurkan dengan benar, katanya.

"Kita harus merelakan kembali ke TPS untuk pemungutan suara ulang, tapi tidak masalah. Kita cukup senang bisa ikut menyukseskan pemungutan suara ulang," kata dia yang saat datang ke TPS bersama dengan istri dan anaknya yang masih balita.

Selain warga yang sangat antusias untuk hadir mencoblos, para petugas KPPS tak kalah lebih bersemangat.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya