Fatmawati (59), warga Betawi lainnya yang tinggal di Tangerang menceritakan, tradisi nyorog sudah mulai terkikis sejak awal tahun 2000-an. Tradisi itu perlahan lenyap seiring banyaknya warga asli Jakarta yang pindah ke luar Ibu Kota, seperti Tangerang, Depok, Bekasi dan Bogor.
Padahal, dulu tradisi nyorog menjelang Ramadan kerap dijadikan ajang silaturahmi bagi keluarga besar yang domisili di tempat jauh. Sebab kata dia, lokasi tempat tinggal penduduk asli Betawi zaman dulu saling berjauhan.
"Karena kan kalau dulu rumahnya jauh-jauh ya, yang banyak kebon dulu. Nah, jadi nyorog itu kumpul-kumpul, yang muda datangi yang tuaan, bawa makanan. Tapi, makan bareng juga di situ, nanti pulangnya bisa dibawain juga," ujar Fatmawati.
(Rizka Diputra)