Menurut dia, para prajurit TNI AL juga dituntut memiliki kompetensi dan kapasitas literasi digital sekaligus perubahan paradigma dengan nilai-nilai dan norma yang baru.
"Sosiologi militer juga membahas interaksi sosial manusia (prajurit) dengan bukan manusia (mesin berbasis artificial intelligence). Dengan Leadership Agility, maka para Panglima dan Komandan di lingkungan TNI AL dapat meningkatkan kepemimpinan yang tangkas mengantisipasi perkembangan lingkungan strategis yang semakin kompleks," urainya.
Peserta kuliah umum memberi apresiasi tinggi dengan banyaknya pertanyaan yang kritis dan antusias. Beberapa materi bahasan dalam kuliah umum dinilai sangat relevan dengan perkembangan di Indonesia saat ini dan ke depan.
(Fiddy Anggriawan )