Waketum AMPG Minta Munas Golkar Segera Dilakukan

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis
Kamis 30 Mei 2019 21:53 WIB
Foto Ilustrasi Okezone
Share :

JAKARTA - Penurunan Suara Golkar pada Pemilu 2019 mendapat sorotan tajam dari sejumlah pihak, terutama dari internal partai berlambang Pohon Beringin itu.

Dari penetapan hasil perhitungan suara pemilihan legislatif (Pileg) pada Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), diketahui Partai Golkar mendapat raihan suara sebanyak 17.229.789 (12,31 persen) dan menduduki peringkat tiga di bawah Gerindra.

Jumlah tersebut menurun dibanding pencapaian suara Partai Golkar pada Pemilu 2014 yang berhasil mendulang suara sebanyak 18.432.312 (14,75 persen) dan berada pada urutan kedua dibawah PDI Perjuangan.

Merosotnya perolehan suara itu membuat Golkar harus rela hanya mendapat 85 kursi DPR RI atau kehilangan sebanyak enam kursi dan 1,2 juta pemilih jika dibanding Pemilu 2014 serta memunculkan dinamika tersendiri di internal partai.

 (Baca juga: 25 DPD I Golkar Konsolidasi untuk Percepatan Munas)

Wakil Ketua Umum (Waketum) Pengurus Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG) Abdul Azis menyampaikan, merosotnya perolehan suara Partai Golkar memicu desakan untuk segera mengevaluasi hasil kerja Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum.

“Saya tidak akan gentar menyuarakan kebenaran, bahwa Ketum AH harus segera dievaluasi atas keterpurukan partai,” ujar Azis dalam keterangannya, Kamis (30/5/2019).

Golkar, lanjut Azis, bisa selamat di tiga besar ini hanya karena para kader dibawah konsisten mengusung presiden Jokowi, bukan sebaliknya. Ditambah lagi kapasitas caleg-caleg Golkar yang memang sudah teruji dalam mendulang suara.

 (Baca juga: Borong 85 Kursi di Senayan, Golkar Jatim Puji Kepemimpinan Airlangga Hartarto)

Ia juga mengatakan, pihaknya menilai bahwa DPP Golkar tidak serius bahkan seolah lepas tangan dalam proses pendulangan suara di daerah saat perhelatan pilpres dan pileg kemarin.

“Saya memahami pasti akan ada konsekuensi logis dari kenyataan yang saya sampaikan sekarang, namun sebagai kader muda dan kecintaan saya terhadap Golkar, saya rela menjadi martir atas suara-suara di daerah yang belum berani menyuarakan percepatan Munas,” pungkas Azis.

Desakan untuk percepatan Munas ini, menurutnya sangat perlu dilakukan untuk mengetahui seperti apa pertanggungjawaban Ketum Golkar atas merosotnya suara partai.

“Harapannya agar Partai Golkar segera dapat melakukan konsolidasi demi mengembalikan marwah partai yang sekarang terpuruk di bawah partai gerindra,” kata Azis.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya