Ia juga mengatakan, pihaknya menilai bahwa DPP Golkar tidak serius bahkan seolah lepas tangan dalam proses pendulangan suara di daerah saat perhelatan pilpres dan pileg kemarin.
“Saya memahami pasti akan ada konsekuensi logis dari kenyataan yang saya sampaikan sekarang, namun sebagai kader muda dan kecintaan saya terhadap Golkar, saya rela menjadi martir atas suara-suara di daerah yang belum berani menyuarakan percepatan Munas,” pungkas Azis.
Desakan untuk percepatan Munas ini, menurutnya sangat perlu dilakukan untuk mengetahui seperti apa pertanggungjawaban Ketum Golkar atas merosotnya suara partai.
“Harapannya agar Partai Golkar segera dapat melakukan konsolidasi demi mengembalikan marwah partai yang sekarang terpuruk di bawah partai gerindra,” kata Azis.
(Awaludin)