"Cuma soal waktu dan kesempatan saja menjadikan ancaman itu nyata. Untuk mencegahnya, tentu kita yang harus berbenah," ucap dia.
Menurutnya, radikal bukanlah kata yang tepat untuk menggambarkan sesuatu yang mestinya disebut sebagai ekstrim. Dan karenanya, deradikalisasi maupun kontra-radikalisasi, bukanlah obat mujarab untuk meredakan kekerasan ekstrim kambuhan itu.
"Ketika cara-cara lama terbukti tak mumpuni melampaui ancaman, lantas apa yang menjadi penyulit upaya kita meluruskan pemahaman tentang apa yang sesungguhnya menjadi persoalan?," tutup dia.
(Awaludin)