"Pelaku ini sangat tertutup, termasuk di dalam keluarganya. Kegiatan sehari-harinya saja orang tuanya tidak boleh tahu. Bilangnya mau ikut pengajian, setelah dicek di tempat pengajian, ternyata dia tidak datang ke tempat pengajian," urai dia.
Menurut Rycko, ibunda dan kakak Rofik pernah diajak untuk bergabung atau ikut ajaran yang RA anut. Tapi ajakan itu ditolak sang ibu dan kakak RA. "Mereka tidak mau. Sebab mereka sudah paham betul, ini ajaran tidak benar," sambungnya.
Rofik yang mengalami luka bakar dari ledakan yang bawa ke Pospam Kartosuro Senin lalu telah mulai membaik, Rabu 5 Juni 2019. Kini, Rofik telah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka atas kasus serangan bom tersebut.
Baca Juga: Sel ISIS Tebar Teror, Ini Rangkaiannya hingga Bom Pospam Kartosuro
(Fiddy Anggriawan )