Baca Juga: Pemimpin ISIS Perintahkan Langsung Pengeboman di Pospam Kartosuro
"Selanjutnya, untuk bom daya ledak tinggi juga membutuhkan tempat yang besar tidak bisa hanya sebesar ransel. Kalau ransel itu bisa dideteksi daya ledaknya rendah," lugasnya lagi.
Menurutnya, aksi nekat pelaku bukan sekadar menebar teror tetapi juga untuk mengirim pesan akan keberadaan kelompok tertentu. Aksi yang terbilang gagal itu juga dinilai sebagai aktualisasi pelaku terhadap pemimpinnya, bahwa telah berani melakukan amaliyah atau bom bunuh diri.
"Sebenarnya dia ingin menunjukkan terhadap apakah guru atau mentornya, bahwa ini saya sudah melakukan aktualisasi terhadap apa yang diajarkan, apa yang didoktrinkan, sudah melakukan, sudah membuat bom, saya sudah bunuh diri, meskipun ini tidak berhasil. Gagal, tidak mati, bom meledak tidak sempurna, kemudian malah dan tidak ada target (polisi) yang dilukai," tandasnya.
(Edi Hidayat)