SEMARANG - Aksi teror bom bunuh diri yang menyasar menyasar Pos Pengamanan (Pospam) Lebaran di Tugu Kartosuro, Sukoharjo, pada Senin 3 Juni malam, dilakukan secara profesional. Mesko menyasar aparat kepolisian, tak ada anggota polisi yang terluka. Bahkan, korban satu-satunya adalah terduga pelaku sendiri.
"Saya tidak tahu persis tentang material dan komposisi bomnya seperti apa. Tapi menurut Mabes Polri itu low explosive, ini mencirikan bahwa (teror) ini amatir," terang peneliti terorisme, Najahan Musyafak, kepada Okezone, Kamis (6/6/2019).
"Kemudian dari segi menjadi alat bukti yang ditemukan di rumah orang tuanya, itu kan bahan-bahan yang bisa dibeli di tempat-tempat umum, tidak di tempat eksklusif," tambah dia.
Mantan Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jateng, periode 2012-2017 itu menuturkan, untuk membuat bom high explosive dibutuhkan bahan khusus dalam jumlah banyak. Termasuk ketika melakukan aksi teror pengeboman dengan daya ledak tinggi, maka akan menggunakan tempat yang besar misalnya mobil.
"Untuk membuat bom yang berdaya ledak tinggi itu juga butuh materi yang cukup banyak. Kemudian materi itu dibeli siapa yang menjadi supplier, uang untuk membeli material bom juga cukup banyak, ini juga tidak gampang untuk bisa dilakukan," terang dia.