JAKARTA - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan Tim Densus 88 Antiteror mendalami keterkaitan pelaku bom bunuh diri di Pos Pantau Kartasuro, Sukoharjo, Jawa Tengah RA, dengan sel tidur teroris lain.
"Memang dia tidak terafiliasi dengan kelompok teroris yang terstruktur, tapi dia berkomunikasi dengan sleeping cell yang lain, itu sedang didalami," kata Brigjen Dedi, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat 7 Juni 2019.
Menurutnya, hal itu diketahui dari pengakuan RA. Menurut Dedi, kondisi kesehatan RA kini cukup stabil dan penyidik Densus sudah meminta sedikit keterangan darinya.
Dari pengakuannya, diketahui bahwa RA pernah bertukar pengalaman merakit bom dengan sesama 'lone wolf' atau pengikut kelompok teroris yang berjuang sendiri. Selain itu, pelaku mengaku bahwa ia belajar merakit bom secara otodidak dari internet.
Dedi mengungkapkan bahwa RA membaiat dirinya ke kelompok teroris ISIS dengan menggunakan akun media sosial Facebook milik RA.