Sementara Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar, Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan pelatihan yang digelar pada Rabu, (19/6) di Harris Hotel & Convention Gubeng, Surabaya, ini sangat strategis. Terutama untuk menyatukan pemahaman tentang pariwisata yang baik dan benar.
"Oleh karena itu, kita bersinergi dengan Dinas Pariwisata dan Budaya Jawa Timur, juga dengan Dinas Pendidikan Jatim. Ini bentuk sinergitas di lapangan. Karena kalau bicara pariwisata, sangat panjang, lebar, dan melibatkan banyak hal," kata Giri
Adapun pelibatan guru dalam pariwisata menurutnya untuk memberi pemahaman utuh kepada siswanya, khususnya mengenai pariwisata. "Kita sampaikan jika pariwisata adalah sektor yang sangat menjanjikan di masa depan. Sektor yang bisa merangkul siapa saja dan sektor mana saja. Namun, kita ingin ada persepsi yang sama soal pariwisata. Dan guru bisa menjadi penyambung informasi itu," ujarnya.
Menteri Pariwisata Arief Yahya pun memberikan apresiasi atas keterlibatan para guru. Sebab, informasi yang mereka terima bisa langsung disampaikan ke para siswa.
"Sampaikan jika pariwisata adalah masa depan bangsa. Pariwisata adalah core economy yang akan menjadi penyumbang devisa nomor satu di Indonesia. Kita membutuhkan SDM-SDM andal untuk menanganinya. Dan kita membutuhkan guru untuk memberikan informasi itu," kata Arief.
(Fahmi Firdaus )