Hery menjelaskan, hasil pemeriksaan sementara, kapal yang dinahkodai Bandi (16) tahun itu sempat oleng setelah disapu ombak dari speedboat yang melaju.
"Jadi ceritanya, korban beserta keluarga hendak menyeberang dari Parit Setia menuju Parit Bangkalan, Desa Sungai Asam menggunakan kapal motor kayu," kata Hery.
Dikatakan dia, kejadian saat posisi kapal motor berada sekitar 30 meter tiba di Parit Bangkalan. "Kapal kayu ini juga membawa tujuh sepeda motor. Saat hendak bersandar, kapal ini terkena gelombang dari speedboat yang melaju melintas di sungai itu," kata Hery.
Kuatnya gelombang itu, membuat kapal yang berpenumpang 13 orang dewasa dan 3 balita ini oleng dan kemudian karam. Sementara korban, terlepas dari orangtuanya dan terjatuh ke sungai.
Tim Kantor SAR Pontianak mendapatkan laporan dari Brigadir Edi, anggota Pol Airud Sukalanting tentang kecelakaan kapal tersebut. "Saat itu juga, saya kerahkan lima personel menggunakan speedboat untuk ke lokasi," jelas Hery.