Ketidakstabilan semakin didorong oleh kehadiran kelompok yang mengatasnamakan agama dan menjadikan Mali utara dan tengah sebagai tempat peluncuran untuk melancarkan serangan di Sahel.
Di tempat lain di Mali tengah, 12 warga sipil termasuk seorang bayi tewas pada hari Minggu ketika kendaraan yang mereka tumpangi menabrak ranjau darat.
Wali Kota setempat, Issiaka Ganame mengatakan tidak ada penumpang yang selamat dalam peristiwa itu. Tidak diketahui siapa yang meletakkan ranjau itu, tetapi kelompok-kelompok jihad diketahui mengerahkan persenjataan semacam ini di wilayah tersebut.
(Angkasa Yudhistira)