Edison menjelaskan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak gempa bumi ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia yang berada di Samudera Hindia sebelah Barat Sumatera.
"Konvergensi kedua lempeng tersebut membentuk zona subduksi yang menjadi salah satu kawasan sumber gempabumi yang sangat aktif di wilayah Sumatera," ujarnya.
Baca Juga : BMKG: 87 Gempa Susulan Terjadi Pasca-Gempa Magnitudo 7,1 Ternate
Edison mengungkapkan, guncangan gempa bumi ini dirasakan oleh masyarakat di daerah Gunungsitoli I MMI, Kabupaten Nias Utara (Sumut) III MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.